Rekomendasi Sobat Dolan!

Sertifikat Vaksin tidak Muncul? Ini Cara Mengatasinya

Pengalaman KKN Kebangsaan: Seleksi, Perjalanan dan Cerita Mengabdi

KKN Kebangsaan

Sobat Dolan! Kali ini saya akan bercerita mengenai pengalaman Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang pernah saya alami. KKN menjadi salah satu fase yang dilewati mahasiswa di beberapa perguruan tinggi. Hal tersebut karena biasanya KKN dimasukkan ke dalam mata kuliah. KKN biasanya dilaksanakan dengan cara mahasiswa pergi ke desa-desa untuk mengabdi selama 1-2 bulan.

Selama KKN, biasanya mahasiswa menanggung biaya hidupnya sendiri, baik kebutuhan hidup, iuran dan lain-lain. Maka dari itu, bagi kamu yang masih menjadi mahasiswa awal, jangan lupa untuk menabung. Namun, ada salah satu program KKN yang benar-benar gratis! Bahkan, kamu bisa sambil dolan berwisata di banyak tempat.

Program itu adalah KKN Kebangsaan. Tahun 2021, KKN Kebangsaan dilaksanakan di Provinsi Jambi. Namun, saya adalah alumni dari KKN Kebangsaan 2019 Ternate-Tidore. Jadi, saya akan lebih banyak bercerita tentang kisah KKN Kebangsaan Ternate-Tidore 2019!

Apa itu KKN Kebangsaaan?

KKN Kebangsaan adalah salah satu program yang menyatukan tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang digagas oleh Kemenristekdikti (sekarang bergabung dengan Kemendikbud). Namun, program KKN Kebangsaaan dilaksanakan bersama 3-6 perwakilan perguruan tinggi mitra.

KKN ini dilaksanakan setahun sekali dan berpindah-pindah dari wilayah satu ke wilayah lain. Biasanya sih antar pulau, Sobat Dolan. Ini adalah daftar lokasi KKN Kebangsaan dari tahun ke tahun:

  • KKN Kebangsaan 2021

Pada tahun 2021, KKN Kebangsaan dilaksanakan di pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Jambi. Universitas Jambi berkesempatan menjadi tuan rumah KKN Kebangsaan 2021. Seharusnya, KKN kebangsaan dilaksanakan di tahun 2020. Namun, karena pandemi Covid-19, KKN Kebangsaan diundur di tahun 2021.

  •  KKN Kebangsaan 2019

Provinsi Maluku Utara menjadi tuan rumah KKN Kebangsaan 2019. Kemudian, yang menjadi perguruan tinggi tempat bernaung adalah Universitas Khairun, Ternate.

  • KKN Kebangsaan 2018

Di tahun tersebut, KKN Kebangsaan dilaksanakan di Provinsi Lampung dengan universitas induk adalah Universitas Lampung.

  • KKN Kebangsaan 2017

Gorontalo terpilih menjadi lokasi KKN Kebangsaan di tahun 2017. Universitan Negeri Gorontalo terpilih menjadi universitas induk.

  • KKN Kebangsaan 2016

Di tahun tersebut, Kepulauan Riau menjadi tempat KKN Kebangsaan 2016. Universitas induknya adalah Universitas Maritim Raja Ali Haji.

  • KKN Kebangsaan 2015

Tahun 2015, KKN Kebangsaan dilaksanakan di pulau Sulawesi, tepatnya di Kabupaten  Muna, Sulawesi Tenggara. Universitas Halu Oleo menjadi universitas penyelenggara di tahun tersebut.

  • KKN Kebangsaan 2014

Di tahun tersebut, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi lokasi yang dipilih untuk KKN Kebangsaan. Universitas Tanjungpura Pontianak terpilih untuk menjadi universitas penyelenggara.

  • KKN Kebangsaan 2013

Ini adalah kali pertama KKN Kebangsaan dilaksanakan. Makassar mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah KKN Kebangsaan 2013 dan Universitas Hasanuddin Makassar menjadi universitas penyelenggara KKN Kebangsaan di tahun tersebut.

Jika dilihat dari beberapa lokasi yang telah disambangi KKN Kebangsaaan, ada beberapa pulau yaitu Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Pulau Ternate-Tidore. Wah, makin menarik ya kalau kita bisa ikut KKN Kebangsaan. Sudah bisa jalan-jalan gratis sekaligus mendapat kawan baru di sana.

Seleksi KKN Kebangsaan

Untuk dapat mengikuti program KKN Kebangsaan, tentu saja tidak main-main. Ada seleksi yang harus Sobat Dolan lakukan. Seleksi dilakukan dengan kebijakan universitas masing-masing. Jadi, buat Sobat Dolan yang masih mahasiswa dan ingin ikut program KKN Kebangsaan, jangan lupa untuk terus pantengin informasi kampus kalian masing-masing.

Untuk seleksi di kampus saya, ISI Surakarta, ada perbedaan antara tes yang dilaksanakan mahasiswa FSRD dan mahasiswa FSP. Untuk mahasiswa FSRD seperti saya, tes dilaksanakan dengan tes administrasi dan wawancara. Namun, untuk mahasiswa FSP, ada dua tes yang sama ditambah membuat proposal program kerja terlebih dahulu.

Pengalaman Mengabdi

KKN Kebangsaan Ternate


Mengikuti KKN Kebangsaan 2019 di Ternate-Tidore adalah salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidup saya. Itu adalah kali pertama saya berkunjung ke pulau yang sangat indah di Indonesia Timur, Ternate dan Tidore. Berikut akan saya ceritakan detail pengalaman dari berangkat sampai kembali dari KKN Kebangsaan 2019.

Biaya Akomodasi

Sebelum bercerita mengenai keberangkatan sampai kembali, pasti banyak sekali Sobat Dolan yang penasaran biaya apa yang dicover oleh pemerintah. Sepengalaman saya mengikuti KKN Kebangsaan, saya dicover biaya pesawat pulang pergi dan diberi uang saku sebesar 1 juta rupiah. Tak hanya itu, biaya hidup seperti makan sehari-hari juga dicover oleh Pemkot Ternate-Tidore.

Saya dari rumah membawa uang 1,5 juta rupiah, uang tersebut hanya terpakai untuk iuran program kerja dan mencetak laporan di Ternate. Jadi, setelah pulang KKN, saya masih memiliki uang untuk disimpan.

Namun, Sobat Dolan! Ternyata tiap tahun ada cerita sendiri mengenai biaya akomodasi. Menurut cerita senior kampus yang mengikuti KKN Kebangsaan 2018, mereka hanya mendapatkan biaya akomodasi transportasi dan uang saku dari kampus. Untuk biaya hidup di Lampung, mereka iuran dengan anggota kelompok.

Jadi, untuk biaya hidup di tempat tujuan masih belum ada kejelasan pasti. Tergantung dengan kebijakan Pemda setempat yang menampung peserta KKN Kebangsaan. Namun, biaya akomodasi pesawat dan uang saku dari kampus tetap bagi peserta KKN Kebangsaand dari ISI Surakarta.

Keberangkatan dan Pembekalan

Saya dan teman-teman KKN Kebangsaan ISI Surakarta berangkat dari Solo menuju Bandara Adisutjipto pada 17 Juli 2019. Kemudian transit selama beberapa jam di Bandara Sultan Hasanuddin dan pindah pesawat. Tanggal 18 Juli 2019 pagi, sekitar pukul 07.00 WIT, saya dan teman-teman tiba di Bandara Sultan Babullah.

Setiba di Bandara Babullah, saya disambut tim KKN Kebangsaan dengan hangat. Saya bertemu juga dengan peserta KKN Kebangsaan dari 55 universitas seluruh Indonesia. Setelah menunggu beberapa saat, saya dan peserta lainnya diangkut dengan bus menuju asrama haji di Ternate.

Peserta KKN Kebangsaan menginap selama satu hari di asrama haji Ternate. Kemudian, di tanggal 19 Juli 2019, kami berangkat menggunakan kapal menuju Tidore Kepulauan. Menuju tempat penempaan yang luar biasa! Hehehe.

Setibanya di Tidore Kepulauan, peserta KKN Kebangsaan akan ditempa dari 19-22 Juli 2019 oleh tentara. Kami tinggal di tenda-tenda dan tidur dengan tandu darurat. Pengalaman 4 hari tersebut, kami hidup ala militer. Tapi tidak militer banget sih hihihi.

KKN Kebangsaan

Pagi olahraga dan sarapan, siang sampai malam materi. Intinya, peserta KKN Kebangsaan akan ‘bersenang-senang’ selama empat hari. Intinya, pengalaman 4 hari tersebut akan menjadi sangat berkesan bagi peserta KKN Kebangsaan.

Pengalamanan Mengabdi di Ternate

Pada 22 Juli 2019, kami dibawa menuju tempat pengabdian yang dibagi dua pulau, yaitu Ternate dan Tidore. Kelompok saya mendapatkan tempat mengabdi di kelurahan Tubo, Ternate Utara. Lokasinya hanya ada di belakang bandara.Kelompok saya ada 10 orang, Nana, Wahyu, Putri, Tea, Warni, saya sendiri, Musran, Alfath, Mun dan Tami. Kami berasal dari daerah yang berbeda-beda, ada yang dari Aceh, Jakarta, Solo, Sulawesi dan Ternate sendiri.

Saya dan kawan-kawan satu kelompok tiba di kantor Kelurahan Tubo pada sore hari. Kami disambut hangat oleh Pak Lurah Tubo dan ibu-ibu di sana. Setelah sambutan, kami ternyata dibagi ke 5 rumah. Sedikit berbeda dengan KKN biasanya yang hidup dalam satu rumah. KKN Kebangsaan sebelumnya juga hidup dalam satu rumah.

KKN Kebangsaan Ternate

10 orang dari kami, dibagi ke dalam lima rumah dari lima ibu tadi yang menghadiri sambutan kelompok KKN Kebangsaan. Saya tinggal di rumah Mama Mimi (I Love U Mama Mimi). Mama Mimi adalah mama yang jago masak. Kami memanggil ibu-ibu asuh dengan sebutan mama piara.

Lanjut, ke pengalaman mengabdi. Saya dan teman-teman kelompok berada di Kelurahan Tubo selama satu tahun. Kami melaksanakan beberapa program kerja baik kelompok dan mandiri. Namun, ada wejangan dari panitia KKN Kebangsaan Universitas Unkhair untuk mengurangi program kerja fisik seperti mengecat pagar atau jalan. Namun diganti dengan program kerja seminar atau workshop.

Program kerja mandiri saya, saya melaksanakan pelatihan membuat video berita bagi pemuda Kelurahan Tubo dan membuat lomba video. Tujuan saya membuat pelatihan tersebut karena Tubo terletak di bawah kaki Gunung Gamalama yang aktif. Lahar dingin Gamalama mengalir sekitar Tubo, dan butuh pemberitaan yang baik agar berita mengenai Tubo dapat terambil dengan baik lewat video.

Ada juga batik Tubo yang terkenal, lewat pelatihan video, saya ingin teman-teman pemuda juga bisa mempromosikan batik Tubo dengan baik. Atau sekadar mendokumentasikan apa yang mereka sukai.

 Ada juga yang membuat workshop tentang pertanian, pendampingan puisi, mitigasi bencana, dan lain-lain. Tergantung dari jurusan mahasiswa masing-masing.

Selain melaksanakan program kerja mandiri dan kelompok, kami juga membaur dengan warga Tubo seperti mengikuti 17-an, kerja bakti bersama dan masih banyak lagi.

Wisata di Ternate


Yeay! Waktunya kita membahas wisata di Ternate. Di tengah kegiatan KKN yang sangat ketat, kami tetap sempatkan untuk berwisata. Dibantu pemuda Tubo untuk transportasi dan keluarga mama piara, kami kelompok KKN Kebangsaan Kelurahan Tubo berwisata ke banyak tempat.

Wisata pertama, saya dan teman-teman dibantu pemuda Tubo berwisata di bukit Taduma dan berkeliling pulau Ternate. Butuh hanya sekitar 1,5 jam untuk mengelilingi Pulau Ternate, lebih kecil dari kabupaten asal saya. Namun, keindahan Ternate sangat luar biasa. Selama berkeliling, di bawah saya sudah melihat birunya lautan, dan melihat ke atas sudah ada Gunung Gamalama yang perkasa.

Dengan keluarga Mama Mimi, saya berwisata ke pantai Djikomalamo. Kami berkunjung di sore hari, saat matahari mulai terbenam. Ternyata, matahari terbenam di sana sangat indah. Pulau Hiri juga memperindah keindahan pantai Djikomalamo. Ternate memang luar biasa.

Pengalaman luar biasa telah saya dapat selama satu bulan KKN Kebangsaan. Saya dan tim KKN Kebangsaan pun pulang pada 22 Agustus 2020. Ternate dan Tubo jadi kenangan yang sangat indah. Semoga suatu saat saya bisa kembali ke Ternate, menemui Pak Dziko Lurah Tubo, Mama Mimi dan semua warga Tubo yang saya cintai.

Demikian tadi pengalaman KKN Kebangsaan 2019 Ternate-Tidore dari mulai seleksi, biaya akomodasi dan pengalaman mengabdi. Buat kamu yang berminat untuk mengikuti KKN Kebangsaan, jangan lupa untuk selalu update informasi mengenai KKN Kebangsaan, ya.

UNTUK MELIHAT VIDEO SINGKAT KKN KEBANGSAAN DI TUBO, TERNATE. KLIK TULISAN INI YA.

Komentar

  1. Wah baru tahu saya ada KKN sekeren kayak gini. Udahlah daerahnya di luar Jawa, trus bisa kenalan sama mahasiswa dari kampus lain. Yang jelas asyiknya itu ya bisa eksplor daerah tempat KKNnya ya. Andai dari zaman saya dulu kuliah ada kayak gini, wah, ya bakalan daftar sayanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, asyik banget. yang paling sedih pas perpisahan di bandara :(

      Hapus
  2. Seru ya, bisaKKN di luar Pulau Jawa. Kalau kondisi pandemi gini ada KKN Kebangsaan nggak?

    BalasHapus
  3. Berarti Mba ini kuliah di Surakarta jurusan FSRD ya? Seru banget KKNNya jauh ya ke Ternate, tapi bisa sekalian jalan-jalan menikmati keindahan alam di sana. Saya inget dulu pas PKL di RSUD Sumedang dan PKMD di Puskesmas Rajamandala. Baca postingan ini jadi kangen zaman kuliah deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, prodi televisi dan film, kak. Kuliah emang sering bikin kanget setelah udah nggak kuliah lagi hehe.

      Hapus
  4. Wah kok kayaknya seru banget ya. Pengen banget sih bisa sekalian jalan" gitu ke pulau lain. Tp dulu waktu kuliah saya gak ada KKN yang begini hahaha.

    But thanks infonya ! Saya baru tau hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Kak. Dulu ikut niatnya biar bisa hemat, karena jenis KKN ini dibiayai negara hehe

      Hapus
  5. O la la. Zaman saya kuliah sih gak ada model KKN begini. Jadi iriiii ingin muda lagi dan kuliah lagi. Hahahaha ... Dulu pas di UGM, kami wajib ikut kuliah di pedesaan. BTW itu diedit, Kak, masak kamu pulang KKN thn 2020?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih koreksinya, Kak. Iya, kalau KKN Mandiri di kampus saya memang di pedesaan.

      Hapus
  6. KKN emnag menyenangkan,, apalagi ada program KKN yang menyatukan beberapa universitas,, punya pengalaman dan teman baru. Sayangnya saya ngk pernah merasakan yang namanya KKN karen sekolah ikatan dinas,, tapi kegiatan semacamnya ada, yang sangat kaya akan pengalaman.

    BalasHapus
  7. wah saya baru tahu ada KKN kebangsaan. seru ya bisa merasakan tinggal di daerah lain dan dapat tmn baru

    BalasHapus
  8. Asik banget konsep KKN Kebangsaan ini. Jadi bisa ekplorasi sekalian wilayah di Indonesia yang masih belum kita datangi yaa kak

    BalasHapus
  9. Whoaaa why is this so cool! Seru banget jadi bisa sekalian jalan-jalan juga yaaa hihi. Semoga dapat pengalaman yang bisa selalu dikenang saat ikut KKN Kebangsaan ini

    BalasHapus

Posting Komentar