Rekomendasi Sobat Dolan!

Sertifikat Vaksin tidak Muncul? Ini Cara Mengatasinya

Review Iklan Marjan 2019: Raksasa dalam Kajian Semiotika Roland Barthes



Tugas Semiotika Roland Barthes



Hola, Sobat Dolan! Kali ini admin akan update mengenai review iklan Marjan 2019 ditinjau dari kajian semiotika Roland Barthes. Review ini akan berfokus pada penanda dan tanda Raksasa. Konten blog kali ini berdasarkan pengalaman pribadi mimin membuat tugas mata kuliah semiotika visual saat semester 6 kuliah Televisi dan Film di ISI Surakarta. Langsung aja kita simak pembahasannya.        

PEMBAHASAN

 Iklan adalah salah satu media tontonan yang di dalamnya produk diciptakan sebagai serangkaian tontonan yang diisi dengan berbagai tanda, citra, dan makna (YA Piliang, 2012:330). Iklan sebagai salah satu perwujudan kebudayaan massa tidak hanya bertujuan menawarkan dan memengaruhi calon konsumen untuk membeli barang atau jasa. Iklan juga turut mendedehkan nilai tertentu yang secara terpendam di dalamnya. Oleh karena itulah, iklan dalam konteks desain komunikasi visual, yang sehari-hari kita temukan di pelbagai media massa cetak dan elektronik dapat dikatakan bersifat simbolik (Sumbo Tinarbuko, 2010:3).

Marjan adalah salah satu produk sirup yang iklannya tayang menjelang ramadhan sampai lebaran tahun 2019 ini. Iklan Marjan tahun 2019 ini mengambil dongeng Timun Mas sebagai pengantar cerita. Dalam iklan ini terdapat juga tanda di dalamnya. Tanda adalah perkawinan, gabungan, atau kesatuan antara petanda dan penanda. Penanda adalah aspek material dari tanda (suara, huruf, kata, gerak, gambar), sedangkan petanda adalah aspek konseptual (mental) penanda (Albertus Rusputranto PA, 2016: 10-11). Dalam iklan marjan, raksasa menjadi representasi hal-hal yang dilarang dalam berpuasa, seperti makan dan minum, hawa nafsu, dan lain-lain. Hal ini terlihat dari beberapa adegan di dalam iklan marjan.

Iklan Marjan tahun 2019 ini terbagi menjadi tiga iklan yang masing-masing-masing iklan akan dibahas penanda dan petandanya.

1.      Iklan Pertama

a.       Penanda dari Iklan Pertama

Iklan pertama diceritakan bahwa Timun Mas yang sudah beranjak anak-anak. Aspek penanda (suara, huruf, kata, gerak, gambar) terlihat dari tokoh Timun Mas beraktifitas di pasar. Di siang hari, Timun Mas sedang menangkapi buah timun mas kemudian banyak pengunjung pasar yang bertepuk tangan. Kemudian, sang ibu datang membawakan es buah berwarna merah, Timun Mas dan warga pasar meminum es buah itu. Setelah itu, narator berkata “Ini cerita manisnya Marjan.” Sesaat setelahnya, narator berkata “Tapi tiba-tiba.” Narator berhenti dan disusul dengan para penghuni pasar yang lari. Orangtua Timun Mas memberikan sesuatu berbentuk wadah tas untuk dibawa lari Timun Mas. Raksasa mengejar Timun Mas dan merekapun berkejar-kejaran.

b.      Petanda dari Iklan Pertama

Konsep dari iklan pertama adalah suasana sebelum berpuasa dan awal berpuasa. Ini terlihat dari tokoh masih bebas untuk minum di siang hari karena belum memasuki bulan puasa. Namun setelahnya, Raksasa datang dan mengejar Timun Mas. Hal ini bisa dimaknai sebagai menjelang ramadhan, manusia harus bersiap-siap untuk dikejar oleh hal-hal yang dilarang dalam berpuasa seperti makan, minum, hawa nafsu, dan lain-lain. Saat berpuasa, tokoh Timun Mas yang berupa manusia harus selalu bersiap menjauh menghindari Raksasa. Hal ini berarti manusia harus menjauhi dan menghindari hal-hal yang dilarang saat sedang berpuasa.

2.      Iklan Kedua

a.       Penanda dari Iklan Kedua

Iklan kedua ini diawali dengan adegan Timun Mas hampir tertangkap oleh Raksasa. Namun, Timun Mas berhasil lari. Kepala si Raksasa sempat tertancap di dinding serumah potong rambut. Namun Raksasa tetap saja yang mengejar Timun Mas. Mereka berkejar-kejaran di perkampungan. Uniknya, masyarakat yang pada iklan pertama lari saat raksasa datang justru terlihat biasa saja.

Saat hari mulai petang, Timun Mas mengeluarkan benda ajaib dari kantong yang sebelumnya diberikan oleh orangtuanya. Saat dikeluarkan, ada tali durian yang mengikat Raksasa. Saat Raksaa terikat, Timun Mas dan orang-orang berbuka puasa. Namun, di akhir iklan kedua Raksasa berhasil lepas dari ikatan tali durian.

b.    Petanda dari Iklan Kedua

Konsep dari iklan kedua ini adalah suasana saat ramadhan. Raksasa yang menjadi representasi larangan dalam berpuasa terus mengejar tokoh manusia, Timun Mas. Diperkuat dengan narasi “Sudah satu bulan Timun Mas dan Buto Ijo kejar-kejaran. Sampai semua orang terbiasa.” Seperti kita ketahui, lama bulan ramadhan adalah satu bulan. Narasi “semua orang terbiasa” memperlihatkan bahwa saat sedang berpuasa, manusia telah terbiasa untuk menahan hawa nafsu dan hal yang membatalkan puasa. Namun tetap saja, hawa nafsu dan hal lainnya selalu mengejar-ngejar.

Saat hari mulai petang, ini memperlihatkan bahwa hari menjelang berbuka puasa. Saat itulah raksasa sebagai representasi hal yang dilarang berpuasa telah dibelenggu. Telah halal makan dan minum saat sedang berbuka puasa. Dan adegan terakhir di iklan kedua, yaitu saat raksasa lepas dari ikatan tali durian memperlihatkan bahwa hal yang dilarang dalam berpuasa akan ada lagi saat siang hari.

3.      Iklan Ketiga

a.       Penanda dari Iklan Ketiga

Iklan ketiga memperlihatkan Raksasa dan Timun Mas yang terus berkejar-kejaran. Lalu Timun Mas mengeluarkan senjatanya untuk menghentikan Raksasa. Raksasa pun tenggelam dalam lautan lumpur. Timun Mas panik yang  panik melihat Raksasa tenggelam, meminta tolong warga sekitar untuk menarik Raksasa. Raksasa yang diselamatkan oleh warga pun hidup damai dengan warga.

b.      Petanda dari Iklan Ketiga

                Konsep dari iklan ketiga adalah hari terakhir ramadhan dan hari raya idul fitri. Diperkuat                     dengan narasi “Padahal mau lebaran.” Dan masih dalam suasana ramadhan digambarkan dalam             adegan Timun Mas dan Raksasa yang masih berkejar-kejaran, ini berarti hal yang dilarang saat                sedang berpuasa masih berlaku. Saat Timun Mas menolong Raksasa berarti manusia mulai                    berdamai dengan hal-hal yang dilarang dalam berpuasa, seperti hawa nafsu dan lain-lain. Akhir             adegan, Raksasa hidup damai bersama manusia di saat lebaran. Artinya saat lebaran, hal-hal                    yang dilarang dalam berpuasa sudah tidak berlaku.

Demikian tadi review iklan marjan 2019 dalam kajian Roland Barthes. Untuk mendownload file lengkap silakan klik DI SINI

Komentar